Transit 12 Jam di Hong Kong, Ngapain Aja?
Sebenarnya, perjalanan saya ke Hong Kong sudah satu tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 8 Januari 2020. Saya tahu, sudah cukup terlambat untuk menulis mengenai perjalanan saya selama 12 jam di Hong Kong. Jadi, apa yang saya tulis di sini hanya berdasarkan apa yang masih saya ingat.
Awalnya, saya tidak ada niatan sama sekali untuk pergi ke Hong Kong. Tujuan utama saya adalah Jepang. Namun, tiket pesawat murah yang saya dapatkan mengharuskan saya untuk transit di Hong Kong. Hanya dengan Rp2.777.000, saya sudah dapat tiket maskapai Cathay Pacific untuk pulang pergi Jakarta-Hongkong-Narita. Jadwal penerbangannya pun menurut saya sangat bagus. Saya tiba di Hong Kong pukul 11.40, dan penerbangan untuk menuju Tokyo pukul 01.25 keesokan harinya. Walaupun transit cukup lama, setidaknya tidak nanggung. Saya jadi punya kesempatan untuk menjelajahi Hong Kong di siang hingga malam hari.
Perjalanan saya ke Hong Kong kali ini benar-benar hemat, bahkan kami tidak ke pusat kota menggunakan Airport Express. Karena uang yang terbatas, saya tidak mengunjungi lokasi populer berbayar, seperti Ngong Ping 360, Victoria Peak, dan sebagainya. Tulisan ini akan cocok bagi teman-teman yang memiliki budget terbatas.
Setibanya di Hong Kong International Airport (HKIA), saya segera membeli Octopus Card seharga HKD150, dengan deposit sebesar HKD50. Untuk menuju pusat kota, saya tidak menggunakan Airport Express yang menurut saya cukup mahal dan saya juga tidak terburu-buru. Jadi, saya memilih menggunakan bus dan MTR. Dari HKIA, saya menaiki Bus S1/S56 seharga HKD3,5 menuju Tung Chung Terminal. Dari Tung Chung Terminal, hanya perlu berjalan kaki sedikit menuju Tung Chung Station. Bagi teman-teman yang ingin berbelanja, Citygate Outlet juga berada di kawasan ini. Namun, karena saya membawa uang yang sangat terbatas, mustahil bagi saya untuk berbelanja. Dari Tung Chung Station, saya menaiki MTR Tung Chung Line, dan turun di Hong Kong Station.
IFC Mall
IFC Mall merupakan mall yang terhubung dengan Hong Kong Station. Tujuan utama saya adalah untuk membeli handphone baru untuk adik saya di Apple Store. Apple Store di IFC Mall sangat besar, terdiri dari dua lantai. Tujuan selanjutnya adalah makan siang di Tim Ho Wan yang terkenal dengan dim sum-nya. Rasanya enak dan harganya bervariasi. Selanjutnya, saya mengunjungi IFC Mall Garden yang terletak di lantai atas IFC Mall. Garden ini seperti taman kecil pada umumnya saja. Terakhir, sebelum melanjutkan perjalanan ke Hong Kong Observation Wheel, saya membeli cafe latte di % Arabica karena saya tidak pernah sempat membeli kopi ini sebelumnya, baik di Singapore maupun di Jepang.
Hong Kong Observation Wheel
Dari IFC Mall, cukup berjalan kaki melalui jembatan untuk menuju Hong Kong Observation Wheel. Jaraknya cukup dekat dan sudah langsung terlihat. Di Hong Kong Observation Wheel saya hanya duduk-duduk sambil menikmati kopi yang sudah saya beli sebelumnya. Sesekali saya berfoto dengan latar belakang gedung-gedung pencakar langit.
Victoria Harbour dan Avenue of Stars
Victoria Harbour merupakan sebuah pelabuhan dengan panorama yang indah yang terletak di seberang IFC Mall dan Hong Kong Observation Wheel. Untuk menuju ke sana, saya memilih menggunakan ferry dari Central Pier. Biaya yang perlu saya keluarkan hanya HKD2,5. Sangat murah untuk transportasi menyeberang dan pemandangan laut serta gedung yang dapat saya pandangi dari ferry. Central Pier sangat mudah ditemukan. Ketika berjalan dari IFC Mall menuju Hong Kong Observation Wheel, kita akan melewati Central Pier.
Saya tiba di Victoria Harbour di pukul 17.00, sehingga hanya perlu menunggu sebentar untuk dapat melihat matahari terbenam. Sekadar informasi, saya penggemar berat laut dan matahari terbenam. Setelah matahari terbenam, saya berjalan menuju Avenue of Stars sambil memandangi gedung pencakar langit di seberang Victoria Harbour. Avenue of Stars merupakan tempat wisata yang dibuat untuk memberikan penghargaan kepada para selebriti berupa cetakan tangan. Terdapat lebih dari 100 cetakan tangan dari selebriti. Selain itu, terdapat juga patung dari Bruce Lee. Saya hanya melihat sebentar dan kembali karena angin yang cukup kencang. Saya takut masuk angin.
Tsim Sha Tsui
Tujuan saya selanjutnya adalah Tsim Sha Tsui yang merupakan lokasi turis mancanegara berbelanja. Di daerah ini pula terdapat banyak hostel-hostel murah dengan lokasi strategis bagi para backpacker low budget. Hanya perlu berjalan kaki sebentar dari Victoria Harbour. Saya menggunakan Google Maps sebagai petunjuk arah. Di Tsim Sha Tsui pun saya hanya berjalan-jalan sebentar karena keterbatasan waktu.
Ladies Market
Ladies Market merupakan salah satu pasar yang cukup populer di kalangan turis. Terdapat banyak pedagang yang menjual cendera mata dan juga jajanan. Untuk menuju Ladies Market, dari Tsim Sha Tsui Station, saya menaiki MTR Tsuen Wan Line, dan turun di Mong Kok Station Exit D3. Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari makanan untuk makan malam. Saya memutuskan untuk mencoba wonton noodle soup di Good Hope Noodle. Untuk mencapai restoran tersebut, saya menggunakan Google Maps. Harga semangkuk wonton noodle soup yang saya coba cukup bersahabat. Saya lupa harga pastinya, tapi tidak membuat saya geleng-geleng kepala. Setelah perut kenyang, saya melanjutkan perjalanan saya dengan berkeliling. Banyak pedagang menjual street food yang kelihatannya sangat menarik. Sayangnya, hampir semuanya seafood sehingga saya tidak bisa mencobanya. Namun, teman saya mencoba membeli gurita, saya lupa apa namanya, tampaknya enak karena banyak turis lain juga yang membelinya.
Kembali ke HKIA
Waktu hampir menujukan pukul 22.00. Saya segera menuju halte bus yang berada di Nelson Street Mong Kok. Untuk menuju ke sana, lagi-lagi saya mengandalkan arahan Google Maps. Dengan Bus A21 (Airport GTC), saya hanya perlu mengeluarkan HKD33 untuk tiba di HKIA. Pengalaman yang menyenangkan untuk melihat jalanan Hong Kong di malam hari.
Setibanya di Hong Kong, saya mengembalikan Octopus Card ke MTR Customer Service Centre untuk mendapatkan deposit dan uang yang tersisa. Setelah itu, saya kembali ke lantai keberangkatan dan melewati imigrasi.
Terima kasih, Hong Kong!
Comments
Post a Comment