Review JW Marriott Hotel Medan

Di akhir bulan April 2021, terdapat acara keluarga yang mengharuskan saya mengunjungi Medan. Setelah bingung memilih antara JW Marriott Hotel Medan dan Adimulia Hotel, pilihan saya jatuh kepada JW Marriott Hotel Medan. Mengapa? Sesederhana karena bintang lima.

JW Marriott Hotel Medan berlokasi di pusat kota Medan, tepatnya di Jl. Putri Hijau No.10, Kesawan, Kec. Medan Bar., Kota Medan, Sumatera Utara 20111. Lokasinya sangat strategis, dekat kemana-mana, hanya perlu 5 menit berjalan kaki ke DeliPark Mall, mall favorit saya selama di Medan. Bisa jalan kaki juga dari Stasiun Medan.

Saya tiba di hotel menjelang jam berbuka puasa. Lobi hotel dipenuhi orang-orang yang sedang berfoto bersama sebelum buka bersama. Proses check-in berjalan dengan lancar dan cepat. Setelah mendapatkan kunci kamar, saya segera menuju kamar saya yang terletak di lantai hampir teratas. 

Karena saya berulang tahun pada hari itu, ibu saya sudah menelepon JW Marriott Medan untuk dekorasi ulang tahun. Ketika memasuki kamar, saya langsung melihat bunga yang dirangkai membentuk "HAPPY 21" di tempat tidur. Selain itu, saya mendapatkan kue kecil dan kartu berisi ucapan selamat ulang tahun. Terima kasih, JW Marriott Medan!



Ruangan kamar dan kamar mandi cukup bersih. Padahal sebelumnya saya sudah khawatir karena hotel ini sudah cukup tua. Sayangnya, kulkas kecil yang berada di kamar tidak dingin. Saya jadi tidak bisa menyimpan kue di kulkas. Selebihnya, sudah sangat baik.

Namun, kekecewaan saya kembali muncul ketika pukul 12 malam terdapat telepon masuk ke telepon kamar. Suaranya tidak seperti bunyi telepon pada umumnya. Saya sampai bingung suara apa itu. Tiba-tiba terdengar suara laki-laki di speaker telepon. Padahal, saya belum menyentuh telepon itu karena ketakutan. Bayangkan saja, saya hanya berdua dengan adik perempuan saya, kemudian terdengar suara laki-laki dari telepon kamar. Akhirnya, saya memberanikan diri menelepon front office. Kata petugas malam itu, awalnya terdapat telepon dari kamar saya ke front office, tapi tidak ada yang bicara, "mungkin tersenggol, Bu.", kata petugas front office. Saya semakin bingung karena saat itu saya dan adik saya berada jauh dari tiga telepon yang ada di kamar (1 di kamar mandi, 1 di samping tempat tidur, 1 di meja kerja). Saya dan adik saya yakin tidak mungkin telepon itu tersenggol.

Tidak berhenti di situ, pukul 2 pagi, ada telepon masuk kembali. Saya yang sudah tidur kembali terbangun karena kaget. Tapi adik saya dan saya sama-sama tidak berani mengangkat telepon tersebut. Akhirnya, kami abaikan saja.

Itu pengalaman yang sangat menakutkan bagi saya yang penakut ini. Untungnya, di malam kedua tidak ada telepon masuk aneh lagi. Tapi, saya jadi selalu ketakutan setiap telepon kamar berbunyi. Di sore hari kedua, ada telepon masuk, tetapi dengan sumber yang jelas. Telepon itu berasal dari kolam renang yang mengucapkan selamat ulang tahun dan akan memberikan prioritas apabila ingin berenang.

Karena di hari kedua saya menginap hari sedang hujan, saya tidak sempat melihat kolam renang. Namun, untuk berenang, tamu perlu melakukan reservasi terlebih dahulu. Menurut saya, itu merupakan suatu hal yang baik, agar area kolam renang tidak terlalu ramai.



Saya juga tidak sempat mencoba makanan yang ada di JW Marriott karena kamar yang saya pesan tanpa sarapan. 

Proses check-out berjalan dengan cepat. Resepsionis menanyakan bagaimana pengalaman kami selama menginap.

Setelah selesai menginap, saya memberikan feedback di link yang diberikan melalui email. Saya menyampaikan keluhan saya mengenai telepon kamar, dan mendapatkan tanggapan yang baik dari Front Office Manager JW Marriott.



Terima kasih, JW Marriott Hotel Medan!


Comments

Popular posts from this blog

Transit 12 Jam di Hong Kong, Ngapain Aja?